Dalam menghadapi Pesta Demokrasi Indonesia 2024, masyarakat perlu memahami bahwa pemilihan pemimpin tidak hanya berkaitan dengan visi politik semata, tetapi juga mengenai kesadaran terhadap isu-isu sosial dan ekonomi yang secara langsung memengaruhi kesejahteraan rakyat.
Salah satu isu yang muncul sebagai perhatian utama adalah dampak dari pinjaman online (pinjol) terhadap struktur keuangan dan sosial masyarakat.
Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern, pinjol telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari, khususnya bagi generasi milenial dan Z yang mendominasi sebagai pemilih potensial dalam Pemilu 2024.
Meskipun pinjol memberikan kemudahan akses finansial, perlu dicermati bahwa ada risiko yang terkait dengan penggunaan yang tidak bijak, yang dapat menciptakan masyarakat yang terjerat dalam jeratan utang yang sulit diatasi.
Dalam konteks politik, pemimpin yang akan dipilih pada Pesta Demokrasi harus memiliki kesadaran akan urgensi peningkatan literasi keuangan masyarakat.
Ini tidak hanya mencakup pemahaman mendalam tentang kebijakan ekonomi, tetapi juga pemahaman mendalam tentang konsekuensi dari penggunaan pinjol secara berlebihan. Penguatan literasi keuangan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam membuat keputusan finansial yang lebih cerdas dan berkelanjutan. Tak hanya itu, tanggung jawab pemerintah yang terpilih juga mencakup perlunya memperkuat regulasi terhadap pinjol.
Langkah-langkah ini menjadi sangat penting untuk melindungi konsumen dari praktik-praktik yang tidak etis dan memastikan bahwa layanan pinjol beroperasi sesuai dengan standar etika yang telah ditetapkan.
Dengan adanya regulasi yang kuat, pemimpin dapat berperan aktif dalam mencegah risiko terjebak utang yang dapat merugikan stabilitas ekonomi masyarakat secara keseluruhan.

Penting juga bagi pemimpin yang terpilih untuk mempromosikan pendekatan seimbang terhadap penggunaan pinjol. Dalam situasi darurat atau keadaan mendesak, pinjol dapat menjadi solusi keuangan yang sangat diperlukan. Namun, perlu ditekankan bahwa penggunaannya harus bijak dan terbatas hanya untuk kebutuhan yang benar-benar tidak dapat dihindari.
Dengan demikian, Pesta Demokrasi Indonesia 2024 bukan sekadar ajang untuk memilih pemimpin baru, tetapi juga menjadi kesempatan emas untuk mengatasi isu-isu sosial dan ekonomi, terutama dampak dari pinjaman online.
Melalui pemilihan pemimpin yang memiliki visi holistik untuk kesejahteraan masyarakat, diharapkan bahwa Indonesia dapat menuju arah yang lebih baik, di mana masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang keuangan dan dijaga oleh regulasi yang efektif untuk mencegah risiko finansial yang tidak diinginkan.