Jakarta (prapanca.id) – Hasil survei terbaru dari Lembaga survei Polling Institute menunjukkan bahwa Gibran Rakabuming Raka dinilai sebagai calon wakil presiden (cawapres) yang tampil paling baik dalam debat cawapres yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Jumat (22/12/2023) lalu.
Peneliti Polling Institute, Kennedy Muslim, menyampaikan temuan survei yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu (3/1/2024), bahwa Gibran unggul dengan perolehan 54,6 persen.
“Dari mereka yang menyaksikan debat tersebut, kami tanyakan kembali, cawapres mana yang tampil paling baik dalam acara debat tersebut, ini kami temukan Mas Gibran unggul ketimbang dua cawapres lainnya,” kata Kennedy.
Gibran diikuti oleh Mahfud Md. dengan 25,3 persen dan Muhaimin Iskandar dengan 16 persen. Sedangkan, responden yang menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 4,2 persen.
Ketika ditanya mengenai cawapres dengan program kerja terbaik, mayoritas responden kembali memilih nama Gibran.
“Ini juga Mas Gibran lagi-lagi unggul di sini, sekitar 50 persen (49,7 persen, red.),” tambah Kennedy.
Mahfud menyusul di posisi kedua dengan 20,3 persen dan Muhaimin di posisi ketiga dengan 18,2 persen. Responden yang tidak tahu atau tidak menjawab ada sebesar 11,9 persen.
Pada survei tersebut, responden juga diminta memilih cawapres yang terbaik dalam menjawab pertanyaan atau menyampaikan pendapat, dan Gibran kembali mendominasi dengan angka 50,1 persen.
“Di posisi kedua ada Pak Mahfud 27,7 persen, kemudian Cak Imin 18,3 persen,” sambung Kennedy.
Dalam kategori cawapres yang paling menguasai persoalan yang diperdebatkan, Gibran masih unggul dengan angka 47 persen, Mahfud dengan 31,9 persen, dan Muhaimin dengan 16,6 persen.
“Cawapres mana yang paling meyakinkan, ini Mas Gibran di 48,9 persen, unggul dari Mahfud Md. 30,4 persen dan Muhaimin Iskandar 16,9 persen,” ujar dia.
Survei Polling Institute dilakukan pada tanggal 26–28 Desember 2023 dengan melibatkan populasi WNI yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon seluler. Sampel sebanyak 1.246 responden dipilih melalui kombinasi metode random digit dialing (RDD) dan double sampling (DS).
Batas galat atau margin of error survei ini berkisar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, dengan asumsi simple random sampling. Wawancara dengan responden dilakukan melalui telepon oleh pewawancara. (sas)